Implikasi Cerita Bergambar Terhadap Perkembangan Emosional Anak Usia Dini

Penulis

  • Dhea Putri Sakilla Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ibnu Rusyd Kotabumi
  • Sukawati Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ibnu Rusyd Kotabumi

Kata Kunci:

AUD, Motorik Halus, Kolase, RA Akhlakul Karimah, Bahan Bekas

Abstrak

Kreativitas dan kemampuan motorik halus anak usia dini seringkali terhambat oleh penggunaan media pembelajaran yang monoton dan repetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kegiatan kolase menggunakan berbagai media bahan bekas terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak usia dini (AUD) di RA Akhlakul Karimah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 20 peserta didik kelompok B1 sebagai subjek utama dan 2 orang guru sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media loose parts seperti kain perca, cangkang telur, daun kering, kancing baju, dan sedotan bekas memberikan stimulasi motorik halus yang signifikan. Hal ini terlihat dari peningkatan koordinasi mata-tangan, kekuatan otot jari melalui teknik menjumput (pincer grasp), serta ketelitian dalam menempel berbagai tekstur bahan. Selain itu, kebebasan dalam memilih bahan terbukti meningkatkan antusiasme dan kemandirian anak dalam bereksplorasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemanfaatan bahan bekas tidak hanya efektif secara ekonomis sebagai media pembelajaran, tetapi juga mampu menjadi alternatif solutif dalam mengoptimalkan potensi motorik halus dan kreativitas anak secara holistik di lingkungan sekolah

Diterbitkan

2026-05-06

Cara Mengutip

Dhea Putri Sakilla, & Sukawati. (2026). Implikasi Cerita Bergambar Terhadap Perkembangan Emosional Anak Usia Dini. Social, Educational, Learning and Language (SELL), 4(1), 105–118. Diambil dari https://jurnal.sitasi.id/sell/article/view/453