Integrasi Konsep Transendensi Perspektif Psikologi Barat Dan Psikologi Tasawuf: Studi Atas Maslow Dan Frager
DOI:
https://doi.org/10.61930/sell.v3i1.300Kata Kunci:
Transendensi, Tasawuf, Robert Frager, MaslowAbstrak
Studi ini mengeksplorasi integrasi konsep transendensi menurut Abraham Maslow dan Robert Frager untuk memperluas pemahaman psikologi yang mencakup dimensi spiritual. Maslow, melalui pendekatan psikologi humanistik, menggambarkan transendensi sebagai kebutuhan tertinggi manusia yang terwujud dalam pengalaman puncak dan keterhubungan dengan nilai-nilai universal. Sementara itu, Frager, melalui pendekatan tasawuf, menekankan transendensi sebagai proses bertahap menuju kesempurnaan spiritual (insan kamil) melalui penyucian jiwa dan disiplin batin. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-komparatif terhadap karya-karya kedua tokoh. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun berangkat dari tradisi yang berbeda, keduanya menempatkan transendensi sebagai puncak pertumbuhan manusia. Integrasi pemikiran Maslow dan Frager menawarkan kerangka psikologi holistik yang tidak hanya menjelaskan dinamika kepribadian, tetapi juga membimbing individu dalam pencarian makna hidup dan kesadaran ilahiah yang lebih mendalam.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Rahmawati Nurul Fadillah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



