Analisis Ayat dan Hadits Tentang Produksi Dalam Konteks Ekonomi Islam
DOI:
https://doi.org/10.61930/sell.v3i1.292Kata Kunci:
Produksi Islam, Al-Qur’an, Hadits, Etika Produksi, Faktor Produksi, Kemaslahatan, Ekonomi SyariahAbstrak
Produksi merupakan bagian penting dalam kegiatan ekonomi Islam yang memiliki dimensi spiritual, sosial, dan ekonomi. Dalam Islam, aktivitas produksi tidak hanya bertujuan untuk memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia secara adil dan bermartabat serta memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas. Islam mendorong setiap individu untuk bekerja, memanfaatkan sumber daya secara bijak, dan menghindari sikap bergantung kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep produksi berdasarkan Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW, serta menjelaskan prinsip-prinsip dasar yang melandasi sistem produksi dalam Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an dan hadits memberikan arahan yang jelas mengenai pemanfaatan sumber daya, pentingnya etika dalam bekerja, dan tanggung jawab sosial dalam kegiatan produksi. Faktor-faktor produksi seperti sumber daya alam, manusia, modal, dan organisasi diakui dalam Islam, namun penggunaannya harus dibingkai oleh prinsip halal, keadilan, dan keberlanjutan. Selain itu, sistem produksi Islam menolak praktik yang merusak lingkungan, menimbulkan kemubaziran, dan eksploitasi. Konsep ini memperkuat bahwa produksi dalam Islam merupakan bentuk ibadah yang harus dilakukan dengan niat yang benar, cara yang halal, serta bertujuan untuk kesejahteraan umat secara menyeluruh.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Nafidza Balqis, Vera Andini, M Abdhu Fahmi, M Lucky Antoni, Choiriyah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



