Peran Neurosains Dalam Mendukung Perkembangan Otak Anak Usia Dini

Authors

  • Egi Widia Zafitri Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Pia Tamara Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Hajar Anjani Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Desta Audea Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Dita Lestari Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Keywords:

Neurosains, Perkembangan Otak, Anak Usia Dini, Stimulasi Multisensori, Fungsi Eksekutif, PAUD

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran neurosains dalam mendukung perkembangan otak anak usia dini melalui kajian sistematis terhadap lima puluh artikel ilmiah nasional dan internasional. Kajian dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan antara stimulasi multisensori, interaksi sosial, lingkungan emosional, serta pengalaman bermain terhadap proses pembentukan sinaps, perkembangan fungsi eksekutif, dan kemampuan bahasa pada anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi literatur dengan tahapan seleksi artikel, pengkodean tematik, dan sintesis data berdasarkan kesamaan pola temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stimulasi dini yang kaya pengalaman sensorik dan interaksi responsif terbukti memperkuat konektivitas neural dan meningkatkan kemampuan kognitif serta regulasi emosi. Sebaliknya, paparan stres kronis berdampak negatif pada perkembangan area otak yang mengatur memori dan kontrol diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi prinsip neurosains dalam kurikulum dan praktik pembelajaran PAUD merupakan kebutuhan penting agar dukungan perkembangan anak berlangsung optimal. Temuan penelitian memberikan rekomendasi bagi pendidik dan lembaga PAUD untuk merancang lingkungan belajar yang aman, kaya bahasa, dan berbasis bermain

Downloads

Published

2025-11-29

How to Cite

Egi Widia Zafitri, Pia Tamara, Hajar Anjani, Desta Audea, & Dita Lestari. (2025). Peran Neurosains Dalam Mendukung Perkembangan Otak Anak Usia Dini. Social, Educational, Learning and Language (SELL), 3(2), 227–248. Retrieved from https://jurnal.sitasi.id/sell/article/view/366