Strategi Guru Dalam Menstimulasi Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Oirgami Ditinjaun Dari Aktivasi Lobus Pariental

Authors

  • Melati Safitri Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Mhonalisa Amanda Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Dwi Kurniati Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Berliana Kusuma Dewi Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Dita Lestari Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Keywords:

Strategi Guru, Motorik Halus, Anak Usia Dini, Origami, Lobus Parietal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menstimulasi kemampuan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan origami dengan meninjau aktivasi lobus parietal sebagai pusat integrasi sensorimotor. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas tiga guru kelompok B dan dua puluh anak usia 5–6 tahun di TK IT AL-QISWAH Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan tiga strategi utama, yaitu pembiasaan motorik, pembelajaran berbasis pengalaman konkret, dan diferensiasi kesulitan lipatan. Strategi tersebut terbukti meningkatkan koordinasi tangan-mata, kekuatan jari, serta ketepatan gerakan anak. Aktivitas origami menstimulasi kerja simultan antara sistem visual, taktil, dan motorik yang berpusat pada lobus parietal, sehingga mendukung perkembangan persepsi spasial dan kontrol gerak halus. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman guru tentang konsep neuroedukasi agar kegiatan pembelajaran di PAUD tidak hanya berorientasi pada hasil karya, tetapi juga menguatkan fungsi neurologis anak

Downloads

Published

2025-11-29

How to Cite

Melati Safitri, Mhonalisa Amanda, Dwi Kurniati, Berliana Kusuma Dewi, & Dita Lestari. (2025). Strategi Guru Dalam Menstimulasi Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Oirgami Ditinjaun Dari Aktivasi Lobus Pariental. Social, Educational, Learning and Language (SELL), 3(2), 213–226. Retrieved from https://jurnal.sitasi.id/sell/article/view/365