Konsep Pendidikan Multikultural Perspektif Tokoh Islam Indonesia dan Relevansinya dengan PAI Kontemporer
DOI:
https://doi.org/10.61930/sell.v4i1.463Keywords:
Pendidikan Multikultural, Tokoh Islam Indonesia, Pendidikan Agama Islam, Toleransi, KeberagamanAbstract
endidikan multikultural merupakan pendekatan pendidikan yang bertujuan membangun sikap saling menghargai, toleransi, dan keadilan dalam masyarakat yang majemuk. Artikel ini mengkaji konsep pendidikan multikultural dalam perspektif tokoh-tokoh Islam Indonesia, yaitu Abdurrahman Wahid, Nurcholish Madjid, Azyumardi Azra, dan Ahmad Syafii Maarif, serta relevansinya terhadap Pendidikan Agama Islam (PAI) kontemporer. Kajian dilakukan melalui studi pustaka dengan menganalisis gagasan, landasan teologis, dan implementasi pendidikan multikultural dalam konteks pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa para tokoh tersebut menempatkan keberagaman sebagai sunnatullah yang harus dikelola melalui pendidikan yang inklusif, dialogis, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan universal. Landasan pendidikan multikultural juga didukung oleh ajaran Al-Qur’an dan hadis yang menegaskan pentingnya penghormatan terhadap perbedaan. Dalam konteks PAI kontemporer, pendidikan multikultural berperan penting dalam mencegah intoleransi, radikalisme, dan eksklusivisme keagamaan, sekaligus membentuk peserta didik yang religius, moderat, demokratis, serta mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang beragam
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Julizar, Ainur Rafiq, Abdul Hadi Alghani, Alfaza Rizki Siagian, Muhammad Iqbal, Restri Yulastri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



