Rekonstruksi Pendidikan Islam Berbasis Kesetaraan Gender : Tantangan Dan Peluang Di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.61930/sell.v3i1.291Keywords:
Rekonstruksi, Pendidikan Islam, Kesetaraan, GenderAbstract
Pendidikan Islam merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk kepribadian dan karakter individu di masyarakat Muslim. Namun, dalam praktiknya, kesetaraan gender dalam pendidikan Islam masih menghadapi berbagai tantangan, terutama di era digital ini. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi rekonstruksi pendidikan Islam berbasis kesetaraan gender dengan menyoroti tantangan dan peluang yang ada di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis fenomena terkini mengenai peran pendidikan Islam dalam mewujudkan kesetaraan gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ajaran Islam pada dasarnya mendukung kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, dalam praktiknya kesetaraan gender dalam pendidikan Islam sering kali terhambat oleh faktor budaya, interpretasi teks agama yang patriarkal, serta keterbatasan akses terhadap pendidikan. Namun demikian, era digital memberikan peluang besar untuk memperluas akses pendidikan Islam bagi perempuan, dengan memanfaatkan teknologi dalam penyediaan materi pendidikan yang lebih inklusif dan merata. Rekonstruksi pendidikan Islam berbasis kesetaraan gender membutuhkan perubahan dalam kurikulum, kebijakan pendidikan, serta pemahaman yang lebih adil mengenai peran gender dalam masyarakat
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Desri Maharani Putri, Khairil Amin, Herlini Puspika Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



