Manajemen Habitus Digital dan Sinkronisasi Kebijakan Fasilitas Siswa Mukim dan Non-Mukim di SMK Al-Ishlah Compreng-Subang
DOI:
https://doi.org/10.61930/toman.v3i2.455Keywords:
Manajemen Pendidikan, Habitus Digital, Sosiologi Pendidikan, Sinkronisasi Kebijakan, Kendala KapasitasAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen sosiologi pendidikan terkait disparitas pemanfaatan sumber daya digital antara siswa mukim (santri) dan non-mukim di SMK Al-Ishlah Compreng-Subang. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus komparatif, data dibedah melalui lensa modal budaya Pierre Bourdieu yang diintegrasikan dengan manajemen operasional sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mukim mengalami "kemiskinan waktu operasional" akibat konflik penjadwalan struktural antara pelatihan vokasi dan aktivitas keagamaan wajib, yang menghambat internalisasi habitus digital. Hambatan sistemik ditemukan pada sub-optimalnya rasio perangkat (1:3) serta beban administratif ganda tenaga pendidik yang memperburuk ketimpangan pendidikan. Studi ini menyimpulkan bahwa sinkronisasi kebijakan institusional dan penciptaan "ruang digital yang dinegosiasikan" melalui perpanjangan jam laboratorium merupakan intervensi manajemen mutlak untuk mengonversi modal spiritual menjadi kompetensi digital teknis.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Isro’i Isro’i, Rizqonatul Maghfiroh, Jalaludin Jalaludin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



